Tata Kelola Perusahaan

Cikarang Listrindo berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan praktik-praktik terbaik prinsip Tata Kelola Perusahaan (GCG) pada seluruh aspek operasional perusahaan, secara konsisten dan berkesinambungan.

Perseroan meyakini bahwa penerapan praktik terbaik prinsip GCG akan meningkatkan kepercayaan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, yang pada akhirnya akan menjamin pertumbuhan usaha secara berkesinambungan dalam jangka panjang.

Dalam rangka meningkatkan kualitas implementasi GCG, Perseroan telah melengkapi seluruh pranata dasar yang diperlukan, meliputi: Pedoman Etika dan Perilaku, Pedoman GCG, Piagam Direksi dan Dewan Komisaris, Kebijakan Komunikasi dengan Pemegang Saham dan Investor, Piagam (charter) atau pedoman komite-komite Dewan Komisaris (BOC) maupun Direksi (BOD) serta kebijakan-kebijakan lainnya untuk mendukung praktik GCG.

Perseroan juga melengkapi keseluruhan pedoman pelaksanaan GCG dengan struktur tata kelola perusahaan.

Organ Pendukung Dewan Komisaris

Dalam melakukan tugas pengawasannya, Dewan Komisaris dibantu oleh dua Komite berikut:

Komite Audit dibentuk pada tahun 2015 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan, untuk membantu Dewan Komisaris, secara profesional dan independen, melakukan  fungsi pengawasan seperti menelaah laporan  keuangan konsolidasian secara berkala untuk memberi kepastian kepada Dewan Komisaris bahwa laporan keuangan konsolidasian Perseroan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan serta Peraturan OJK dan semua informasi telah dilaporkan secara lengkap dan akurat sebelum laporan diterbitkan. Komite Audit juga bertugas untuk meninjau ruang lingkup kerja dan penunjukan auditor eksternal termasuk dan tidak terbatas pada kewajaran biaya audit, pengalaman, independensi dan objektivitas. Komite Audit terakhir diubah melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 2020-XI/104/DIR tanggal 18 November 2020.

Komite Nominasi dan Remunerasi dibentuk pada tahun 2015, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan, untuk melaksanakan fungsi dan tugas Dewan Komisaris terkait dengan nominasi dan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.

Organ Pendukung Direksi

Sekretaris Perusahaan memiliki peran yang sangat penting dalam mengemban misi untuk mendukung terciptanya citra perusahaan yang baik melalui pengelolaan program komunikasi yang efektif kepada segenap pemangku kepentingan. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dalam menjaga kelancaran hubungan antara Perseroan dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, pemegang saham dan masyarakat luas.

Sebagai perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menerbitkan obligasi di Bursa Singapura, masing-masing sejak 2016 dan 2010, Perseroan memiliki kewajiban  keterbukaan informasi kepada para pemegang  saham dan pemangku kepentingan lainnya secara terbuka dan adil. Fungsi Hubungan Investor bertanggung jawab kepada Sekretaris Perusahaan dan Direktur Keuangan dalam  membangun persepsi publik yang positif dan membantu  dalam memastikan transparansi informasi Perseroan kepada masyarakat.

Perseroan telah membentuk Unit Audit Internal sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal dan Peraturan Pencatatan Bursa Efek berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan  No. 2015-X/001/DIR tanggal 18 November 2015 tentang Pembentukan Unit Audit Internal.

Unit Audit Internal berada langsung di bawah Direktur Utama dan mengacu pada Piagam Unit Audit Internal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Piagam Unit Audit Internal ditetapkan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris.

Unit Audit Internal dipimpin oleh Andriyono Adi Nugroho berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. 2018-IV/007/DIR tanggal 1 Juli 2018.

Pemberitahuan adanya Pelanggaran

Laporkan tindakan pelanggaran